Pura Tirta Empul – Tirta Empul adalah salah satu pura di Bali yang menonjol karena keberadaan mata air suci di dalamnya. Mata air ini diyakini memiliki berbagai khasiat suci untuk membersihkan tubuh dan jiwa dari segala kotoran. Sebelum era 1980-an, Tirta Empul berfungsi semata-mata sebagai tempat ibadah dan ritual keagamaan tanpa dimanfaatkan sebagai objek wisata komersial.

Namun, dengan berkembangnya industri pariwisata di Bali, pura ini menjadi semakin terkenal dan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah Hindu Bali yang kaya. Keberadaan mata air keramat di Tirta Empul menjadikan pura ini tidak hanya tempat ritual, tetapi juga destinasi spiritual yang menarik untuk dikunjungi. Menarik bukan? Simak selengkapnya.

Lokasi Pura Tirta Empul

Pura Tirta Empul berlokasi di Desa Manukaya, Tampaksiring, Gianyar. Dari Pusat Kota Denpasar, jaraknya adalah sekitar 42 kilometer dengan perjalanan yang memakan waktu sekitar 1 jam 10 menit. Sementara itu, jika berangkat dari Bandara Ngurah Rai, jaraknya sekitar 52 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 20 menit.

Harga Tiket dan Jam Operasional

Jam operasional Pura Tirta Empul umumnya dimulai dari pukul 09.00 hingga 17.00 WITA. Namun, perlu dicatat bahwa jam operasional ini dapat mengalami perubahan sesuai dengan perayaan hari raya agama Hindu atau kebijakan lainnya yang berlaku.

Untuk mengunjungi kawasan Pura Tirta Empul, wisatawan tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Hanya dengan beberapa puluh ribu rupiah, Anda sudah dapat menikmati fasilitas di dalamnya. Berikut rinciannya:

  • Tiket masuk tirta empul untuk wisatawan lokal dewasa seharga Rp30.000,00, sedangkan anak-anak lokal hanya Rp15.000,00.
  • Wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp50.000,00 untuk dewasa dan Rp25.000,00 untuk anak-anak.
  • Untuk menyewa kain dan selendang, biayanya berdasarkan prinsip sukarela.
  • Biaya parkir kendaraan motor dan mobil masing-masing adalah Rp30.000,00.
Baca juga:  Water Blow Nusa Dua: Deburan Ombak Menakjubkan di Bali

Harga-harga yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu bergantung pada kebijakan pengelola, namun daftar ini dapat digunakan sebagai panduan persiapan sebelum berkunjung ke Pura Tirta Empul.

Mengenal Sejarah Tirta Empul

Sejarah Tirta Empul, menurut Lontar Usana Bali, bermula dari peristiwa perang antara Batara Indra dan Raja Mayadenawa. Raja Mayadenawa, yang kuat dan sombong, mengklaim dirinya sebagai dewa. Untuk menegur dan menyesatkannya, Batara Indra memutuskan untuk menghadapi Raja Mayadenawa dalam pertempuran sengit. Saat dalam pelarian, Raja Mayadenawa dan pasukannya mencoba mengecoh musuh dengan meninggalkan jejak kaki miring di hutan. Hal ini menjadi asal nama daerah Tampak Siring yang berarti ‘tapak miring’.

Selain membuat jejak palsu, Raja Mayadenawa juga menciptakan kolam beracun untuk menjebak Batara Indra. Strategi tersebut berhasil, dan banyak prajurit Batara Indra yang kelelahan minum air kolam beracun tersebut dan menjadi sakit. Batara Indra kemudian menusukkan senjatanya ke tanah, yang mengakibatkan munculnya sumber air yang suci dan menyembuhkan para prajuritnya. Mata air ini di namakan Tirta Empul, yang berarti ‘air yang menyembur’.

Pada tahun 882 Caka, Raja Indrajaya Sigha Warmadewa membangun taman air di sekitar sumber air ini. Selanjutnya, kompleks petirtaan ini di perluas dengan pembangunan Padhermanan, tempat suci untuk memuja Dewa Indra. Sejak itu, Tirta Empul tetap menjadi pusat ibadah bagi umat Hindu di Tampak Siring. Sampai saat ini, Pura Tirta Empul tetap menjadi salah satu destinasi wisata terkenal di Bali yang menarik banyak pengunjung dengan keindahan dan sejarahnya yang kaya.

Nah sekarang fakta-fakta unik mengenai Pura Tirta Empul:

Pengertian Pura

Pura adalah tempat suci bagi umat Hindu di Bali, tempat mereka melaksanakan berbagai ritual keagamaan dan beribadah kepada para dewa. Selain sebagai tempat ibadah, pura juga berperan sebagai pusat kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Bali, mencerminkan makna dan tujuan yang mendalam bagi komunitasnya.

Baca juga:  Teman Joger Luwus, Memperkenalkan Oleh-Oleh Bali

Setiap pura memiliki peran khusus dalam kehidupan masyarakat Bali, yang mencerminkan kekayaan spiritual dan budaya mereka. Tempat-tempat suci ini tidak hanya merupakan tempat untuk menyucikan diri dan menghormati para dewa, tetapi juga menjadi simbol kuat dari identitas dan tradisi Hindu Bali yang kaya.

Arti Tirta Empul

Nama “Tirta Empul” berasal dari bahasa Bali dan memiliki makna sebagai mata air suci. Istilah “Tirta” menggambarkan air yang di anggap suci, sementara “Empul” merujuk pada mata air. Nama ini secara khusus mengacu pada keberadaan mata air keramat yang menjadi pusat perhatian utama di pura ini. Di percaya bahwa air dari mata air ini memiliki kekuatan spiritual untuk membersihkan dosa dan menghadirkan keberuntungan bagi mereka yang percaya dan mengikutinya.

Mata air suci di Tirta Empul tidak hanya menjadi objek wisata spiritual, tetapi juga simbol penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat Bali. Pengunjung dan umat Hindu sering datang ke sini untuk melakukan ritual suci yang melibatkan pengambilan air dari mata air tersebut, sebagai bagian dari upaya untuk memurnikan diri secara spiritual.

Letak Pura Tirta Empul

Tirta Empul berada di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali, di sebelah timur Istana Tampak Siring yang sering di gunakan sebagai tempat istirahat oleh Presiden RI saat berkunjung ke Bali. Pura ini terletak di tengah-tengah lingkungan yang hijau dan di kelilingi oleh pemandangan alam yang memikat.

Tempat suci ini tidak hanya menawarkan pengalaman spiritual bagi para pengunjung, tetapi juga menonjolkan keindahan alam sekitarnya yang menambah pesona dan kedamaian suasana di sekitar Tirta Empul.

Itulah sejarah yang kaya dan fakta-fakta uniknya, Tirta Empul menjadi tujuan menarik bagi para wisatawan dan peziarah yang tertarik dengan budaya dan keagamaan Bali.

Baca juga:  Tour Nusa Penida West Trip: Keindahan Alam Bagian Barat