Museum Macan – Ada banyak tempat wisata akhir pekan yang bisa dikunjungi di Jakarta, dan salah satunya adalah Museum Macan. Museum Macan, yang terletak di Jakarta, Indonesia, adalah sebuah institusi seni yang menampilkan karya-karya seni modern dan kontemporer. Baik karya dari dalam negeri maupun mancanegara.

Menariknya, museum ini adalah yang pertama di Indonesia yang memiliki koleksi seni modern dan kontemporer dari berbagai belahan dunia. Lebih mengejutkan lagi, nama “Macan” sebenarnya merupakan singkatan dari Modern and Contemporary Art in Nusantara.

Tentu, terdengar menarik! Silakan simak informasi selanjutnya untuk lebih memahami tentang Museum Macan dan mempertimbangkan untuk mengunjunginya.

Mengenal Museum Macan

Museum Macan, sebagai museum seni modern dan kontemporer pertama di Indonesia, menawarkan pengalaman yang unik bagi para pengunjungnya. Terletak di kawasan Kebon Jeruk, museum ini mudah di jangkau oleh wisatawan dari berbagai penjuru.

Dengan luas bangunan mencapai 7.107 meter persegi dan ruang display seluas 4.000 meter persegi, Museum Macan menjadi salah satu destinasi seni yang menarik. Pengakuan internasional pun menghampirinya, dengan masuk dalam daftar 100 Tempat Terbaik di Dunia versi Majalah Time pada tahun 2018.

Dibuka resmi untuk publik sejak November 2017, Museum Macan menyimpan lebih dari 800 karya seni modern dan kontemporer. Sekitar 90 karya tersebut dapat di nikmati dalam ruang pameran museum, termasuk karya-karya dari seniman terkenal baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satu highlightnya adalah Infinity Mirrored Room karya Yayoi Kusama.

Baca juga:  Monas: Monumen Nasional Ikon Terkenal di Jakarta

Lokasi Museum Macan

Anda dapat mengunjungi Museum Macan di AKR Tower Level M, Jalan Panjang No.5 Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Bagi Anda yang datang dari luar Jakarta, seperti Bekasi, akses ke tempat wisata edukasi dan budaya ini cukup mudah. Dari Bekasi, Anda dapat menggunakan KRL menuju Manggarai, kemudian melakukan transit di Kampung Bandan sebelum melanjutkan perjalanan ke Stasiun Tanah Abang.

Setelah itu, transit kembali dan naik KRL menuju Serpong, turun di Kebayoran, dan melanjutkan perjalanan dengan Trans Jakarta Koridor 8 hingga Halte Kebon Jeruk. Meskipun agak rumit dan mungkin tidak efisien dari segi waktu, namun Anda masih bisa mencapai destinasi tersebut.

Harga Tiket Masuk Museum Macan

Tiket masuk ke Museum Macan tersedia dalam berbagai kategori dengan harga berbeda. Berikut adalah rincian kategori tiket dan harganya:

  • Tiket Dewasa: Rp100.000.
  • Tiket Lansia (usia 65 tahun ke atas) dan Pelajar: Rp90.000.
  • Tiket Anak-anak (usia 3-12 tahun): Rp80.000.
  • Anak-anak di bawah usia 3 tahun dapat masuk ke Museum Macan secara gratis.

Anda dapat membeli tiket masuk Museum Macan secara langsung atau secara online melalui situs resminya, museummacan.org.

Jam Operasional

Mengenai jam operasional, Museum Macan beroperasi dari Selasa hingga Minggu (tutup pada hari Senin) dari pukul 10.00 hingga 16.00 dengan tiga sesi kunjungan. Berikut adalah rincian jam operasionalnya agar Anda tidak bingung:

  • Sesi pertama: buka dari pukul 10.00 hingga 12.00 dengan kunjungan terakhir pada pukul 11.30.
  • Sesi kedua: buka dari pukul 12.00 hingga 14.00 dengan kunjungan terakhir pada pukul 13.30.
  • Sesi ketiga: buka dari pukul 14.00 hingga 16.00 dengan kunjungan terakhir pada pukul 15.30.

Pameran Besar Yang Pernah Diadakan di Museum Macan (2023-2024)

Isabel and Alfredo Aquilizan: Somewhere, Elsewhere, Nowhere (17 Juni–8 Oktober 2023)

Pameran “Somewhere, Elsewhere, Nowhere” merupakan sebuah pameran survei yang diselenggarakan oleh pasangan seniman asal Filipina. Yang mana tinggal di Brisbane, Australia, yakni Isabel dan Alfredo Aquilizan. Setelah sukses dipamerkan di berbagai pameran utama dan bienal internasional, pameran ini akan tiba di Museum Macan. Yaitu mulai tanggal 17 Juni hingga 8 Oktober.

Baca juga:  Ocean Dream Samudra Ancol, Ada 6 Wahana Populernya

Pameran ini akan menampilkan instalasi-instalasi besar yang mengangkat tema tentang pembangunan kota, perjalanan manusia, pencarian jati diri, dan pembentukan identitas melalui pergerakan manusia. Karya-karya Aquilizan sering kali melibatkan kolaborasi dan berkisar pada konsep rumah dan keluarga. Dengan menggunakan bahan-bahan sehari-hari seperti kardus, kertas, dan plastik.

Indonesia memiliki peran penting dalam karya-karya mereka, terutama melalui hubungan yang kuat dengan seni di Yogyakarta. Yang mana terinspirasi dari proses kerja dan pengalaman sebelumnya di Indonesia, seperti dalam seri karya mereka, “Belok Kiri Jalan Terus” (2017–18).

di sini, d.l.l. (3 Juni–8 Oktober 2023)

“di sini, d.l.l.” adalah sebuah pameran yang disusun dari koleksi Museum Macan, dengan judul pameran ini sebagian terinspirasi dari teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Pameran ini akan menelusuri sejumlah tema penting dalam sejarah seni Indonesia, termasuk lanskap alam, masa penjajahan, revolusi, dan perkembangan bangsa.

Koleksi yang dipamerkan akan mencakup karya-karya dari seniman ternama seperti Raden Saleh, S. Sudjojono, I GAK Murniasih, dan Handiwirman, serta beberapa akuisisi terbaru, termasuk karya-karya dari Ashley Bickerton dan Irfan Hendrian.

Voice Against Reason (25 November 2023–14 April 2024)

Voice Against Reason, yang berlangsung dari 25 November 2023 hingga 14 April 2024, adalah sebuah proyek kuratorial dan artistik yang menjadi sorotan utama Museum Macan tahun ini. Proyek ini melibatkan seniman dari berbagai negara yang memusatkan perhatian pada praktik seni dan pandangan yang muncul dari wilayah Asia Pasifik, terutama Indonesia dan Asia Tenggara.

Pameran ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang kerapuhan waktu dan kehidupan manusia yang sementara, sambil mengaitkan narasi pribadi, sejarah, politik, dan geografi. Pameran ini akan menempati seluruh area museum, dengan daftar lengkap partisipan yang mencakup seniman modern berpengaruh dan praktisi seni kontemporer terkemuka di umumkan beberapa bulan mendatang.

Baca juga:  Cihampelas: Surga Belanja dan Kuliner di Bandung

Chiharu Shiota: The Soul Trembles

Pameran besar ini akan mengambil alih semua ruang galeri museum, menampilkan beberapa karya ikonik Chiharu Shiota yang paling terkenal. Dikurasi oleh Mami Kataoka, Direktur Mori Art Museum, Tokyo, The Soul Trembles menampilkan lebih dari seratus karya dari hampir tiga puluh tahun karya Chiharu sejak tahun 1990-an, termasuk instalasi besar, patung, video kinerja, fotografi, dan desain set.

Chiharu Shiota: The Soul Trembles mempersembahkan karya-karya yang berasal dari pengalaman pribadi yang mendalam dari sang seniman. Mengeksplorasi gagasan tentang identitas sosial dan budaya berdasarkan etnis, kewarganegaraan, dan agama, serta tema universal seperti dinding, jendela, batas, ketiadaan, dan keberadaan. Karya Shiota membentuk kesadaran manusia dan pengalaman non-fisik, seperti kenangan, pikiran, ketakutan, mimpi, dan keheningan.

Selama pameran Chiharu Shiota: The Soul Trembles, museum akan menyediakan area khusus untuk anak-anak dan keluarga untuk merenung, bermain. Dan juga berpartisipasi dalam tampilan objek dan cerita yang semakin bertambah. Bernama Mini Museum of Memories, area ini menanggapi salah satu karya seniman, Connecting Small Memories (2019). Dan berlokasi di Children’s Art Space.

Nah itulah ulasan Museum Macan menawarkan beragam pameran dan acara yang menarik untuk dinikmati oleh pengunjung dari berbagai latar belakang. Dari pameran seni kontemporer lokal hingga karya-karya seniman internasional terkenal seperti Chiharu Shiota. Museum ini menjadi destinasi yang penting bagi para penggemar seni di Indonesia dan juga dari luar negeri. Dengan jam operasional yang fleksibel dan lokasi yang mudah di akses, Museum Macan menjadi tempat yang sempurna untuk mengeksplorasi dan mengapresiasi seni dalam berbagai bentuknya.